Latest Post
Loading...

Sunday, 10 June 2012

ANTARA CINTA DAN SAHABAT


ANTARA CINTA DAN SAHABAT


Pagi itu sang surya muncul dengan senyuman hangat menyapa penghuni dunia ini, begitu juga dengan Rina yang hatinya sedang bahagia karena akan segera melangsungkan pertunangan dengan Anton kekasih hatinya. penantian yang begitu lama itu akhirnya terwujud juga, kini impian Rina tinggal di depan mata. disetiap geraknya, dia selalu memandang jam yang tergantung pada dinding rumahnya. sambil berharap, ”semoga waktu berjalan lebih cepat dari pada biasanya, agar pertunanganku segera terlaksana”.
Kemudian datanglah teman akrab Rina, yaitu Siska. Siska adalah teman Rina sejak kecil, tetapi pertemanan itu mulai ada kerenggangan ketika mereka berpisah untuk melanjutkan kuliah didua tempat yang berbeda.
 kedua sahabat inipun betemu kembali, ketika Siska tahu bahwa teman dekatnya itu akan bertunangan dan tanpa sepengetahuan Rina. ternyata Anton calon tunangan Rina tersebut adalah teman sekampus Siska. Bahkan Siska dan Anton mempunyai hubungan khusus diluar pertemanan mereka tersebut. Siskapun bertanya pada Rina ”gimana Rin, apakah kamu sudah siap untuk melangsungkan pertunangan ini?”. Rina pun menjawab dengan senyuman kebahagiaan “siap dong Sis, inikan moment yang paling aku tunggu-tunggu selama ini”.
Setelah mereka bercanda gurau melepaskan kerinduannya selama ini, Siskapun membantu Rina mempersiapkan keperluan pertunangan Rina. Hingga tibalah waktu dilangsungkannya pertunangan antara Rina dengan Anton.
Kemudian datanglah Anton beserta keluarganya di kediaman Rina. Antonpun tersenyum bahagia dan berharap, ”semoga pertunanganku ini berjalan lancar seperti yang aku inginkan”. Tetapi kebahagiaan Anton tidak berlangsung lama setelah Anton melihat Siska keluar mendampingi Rina. Siskapun kaget dan mengucapkan sesuatu pada Anton “kamu sungguh tega Ton, kamu selama ini telah mempermainkan perasaanku”. Kemudian Siska lari menuju taman belakang rumah Rina, kemudian Antonpun mengejar Siska yang tak lain adalah kekasihnya di kampus.
Akhirnya Rinapun mulai menaruh curiga kepada Anton dan Siska. Kemudian Rina mengikuti Anton yang mengejar Siska. Di situlah Rina tahu kejadian yang sebenarnya sedang terjadi. Antonpun membujuk Siska, agar Siska mau mengerti keadaannya, ”Sis aku minta maaf, bukan maksud aku untuk menghianati kamu. Tetapi tolong dengerin penjelasanku dulu Sis”. Siskapun dengan spontan menampar Anton yang belum selesai berbicara, sembari berkata “sudahlah, seharusnya aku tahu sejak dulu memang aku tidak pantas untuk kamu. Sekarang apakah kamu tahu apa akibat dari semua ini?”. Antonpun mencoba memberi penjelasan kepada Siska, “ tapi aku tidak tahu Sis kalau Rina itu teman baik kamu”.
Siskapun menangis menyesali perbuatannya tersebut, “jujur saja air mataku ini tak mampu memperbaiki kesalahan ini, jika Rina sampai tahu kalau kita mempunyai hubungan khusus”. Siskapun menyuruh Anton untuk kembali melangsungkan pertunangannya dengan Rina.
Akan tetapi tanpa sepengetahuan mereka, Rina telah mendengarkan semua pembicaraan mereka dengan jelas. Perasaan Rina menjadi bercampur antara sedih dan marah.
Rinapun datang dan memecah suasana tersebut. Kemudian Rina menampar Anton sembari berkata “ternyata kamu tak sebaik yang aku lihat selama ini, aku menyesal sudah kenal sama kamu”.
 Antonpun semakin bingung dan merasa bersalah pada dua gadis yang sama-sama dia cintai. “sekali lagi aku minta maaf pada kalian berdua, bukan maksud aku untuk menyakiti hati kalian, tetapi...” kata Anton sambil menyesali perbuatannya tersebut. Dengan sedih, Rina membatalkan pertunangannya tersebut demi pertemanannya dengan Siska yang sudah menjadi teman Rina dari kecil, “ kamu tak perlu menyesali perbuatannmu tersebut, sekarang juga akan aku putuskan untuk membatalkan pertunangan ini. Tolong kamu mengerti Ton, aku sangat menghargai pertemanan aku ini dari pada pertunangan ini yang penuh dengan kebohongan”. kata Rina sambil menggandeng Siska dan meniggalkan Anton sendirian. Siskapun merasa terharu atas keputusan Rina tersebut yang rela mengorbankan cintanya demi menjaga persahabatan mereka.
By: “Thoy_f0er”

No comments:

Post a Comment